Tanah airku tidak kulupakan....
kan terkenang sepanjang hidupku..
Entah kapan lagu ini mulai kujiwai sepenuh maknanya. Dugaan terkuat sampai saat ini ya saat aku mulai membaca buku "Sakola Rimba" karangan kak Butet Manuhurung yang kini entah kemana (efek negatif pindahan rumah). Saat itu, aku masih kuliah dengan segala idealisme yang berkecamuk (beuh kata-kata gw), dan mantan pacarku yang "baik" (aih) membelikan aku buku manis itu.
Sedikit cerita, sebenarnya aku mulai tertarik masuk ke dunia humanisme dan volunterisme setelah bencana gempa bumi melanda Yogyakarta dan berhasil meluluhlantakkan rumahku :(
Aku tak ingin berdiam diri melihat efek bencana yang datang tiba-tiba pagi itu. Dan bergabung dengan Sekolah Ceria adalah salah satu jalan yang aku pilih. Lewat sekolah darurat ini, aku turun langsung membantu adik-adik korban bencana untuk belajar dan berusaha secara bertahap menghilangkan rasa traumatis mereka. Pengalaman yang sangat luar biasa, bertemu mereka setiap 2 kali seminggu menjadi obat tersendiri buatku yang notabene juga korban bencana dan sempat harus tinggal di tenda darurat.
Senyum mereka, teriakan mereka saat aku datang dan pelukan kecil mereka semakin membulatkan niatku untuk terus menjadi bagian dari senyum orang lain :)
Ok, kembali ke dunia saat ini (segitu dulu nostalgianya), kini aku mengikuti beberapa organisasi/ gerakan sosial untuk menyalurkan energi positifku yang kadang berlebihan he he he... walau tidak terlalu "deep" karena memang kadang terbentur dengan pekerjaan, tapi aku selalu berusaha menjadi bagian positif di negeri ini. Untuk teman-teman yang ingin terjun langsung ke dunia sosial dan humanisme, berikut beberapa organisasi/ yayasan sosial yang bisa kalian ikuti:
1. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)
Sebenarnya aku mulai memasuki organisasi ini sejak kuliah, dengan membantu sebagai volunteer di beberapa kali kegiatan pengobatan gratis dari BSMI. Aku mulai tertarik setelah bekerja sama dengan BSMI di kegiatan pengobatan gratis yang diadakan oleh team KKN (Kuliah Kerja Nyata)-ku.
Setelah "hijrah" ke Jakarta untuk merantau (wow), aku kembali join dengan organisasi ini untuk "bantu-bantu" di kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan.
saat banjir melanda ibukota 2013
jadi dokumentator saat aksi "freedom for Palestine"
note:
Sudah cukup lama aku tidak ke BSMI. Bukan karena apa-apa, hanya saja sepertinya ini juga harus menjadi catatan buat pengurus BSMI untuk lebih baik dalam "me-maintain" para volunteernya agar tetap stay dan berkembang bersama untuk kebermanfaatan :)
2. Kelas Inspirasi, Indonesia Mengajar
Hmmm, in fact, aku masih sedih setiap teringat "Indonesia Mengajar", kenapa? jawabannya cukup simple, saat kuliah aku bener-bener ingin jadi guru di pedalaman (terinspirasi dari buku Sakola Rimba) dan di saat aku lulus ada satu gerakan yang memfasilitasi pengiriman pengajar muda ke daerah terpencil.
Namun, karena satu dan lain hal terutama perijinan, aku mengurungkan niatku untuk mendaftar menjadi salah satu Pengajar Muda. Sampai detik ini pun aku masih "menyesal" kenapa aku tidak sedikit memberontak dan berangkat mewujudkan mimpi besarku.
But life must go on man! aku yakin semua ada hikmahnya. Dan sejalan dengan itu, di awal 2013 aku mengikuti Kelas Inspirasi Jakarta 2. Aku menjadi salah satu relawan inspirasi untuk anak-anak di SD Rawa Badak Utara Pagi. Sangat menyenangkan, ketemu teman-teman baru dari berbagai profesi, dan yang pasti bertemu dengan anak-anak SD dengan segala kenakalan dan kepolosannya.
Bersama si ganteng yang berani maju mengungkapkan cita-citanya yang ingin jadi tentara :)
Kelas Inspirasi Depok
4 bulan setelah KI Jakarta 2, tepatnya Juni 2013, aku
kembali mendaftar menjadi salah satu relawan di KI Depok. Seperti sebelumnya,
aku kembali ketemu banyak kawan baru dari berbagai profesi yang tentunya makin
menyemangatiku untuk terus maju dan menjadi lebih baik lagi. Di KI Depok aku
menjadi inspirator di SD Beji 1 Depok. Kondisi anak-anak di SD ini jauh berbeda
dengan anak-anak di SD Rawa Badak Utara. Anak-anak disini lebih mudah calm
dan relatif lebih mudah diatur. Maklum saja, kondisi lingkungan SD Beji 1
lebih kondusif dibanding SD Rawa badak Utara yang notabene dekat dengan
pelabuhan Sunda Kelapa yang hingar bingar. Tapi kepolosan, keingintahuan dan semangat mereka sama, dan itu yang selalu membuatku merasa "addicted" di kegiatan seperti ini.
narsis bareng anak=anak SD Beji Timur 1 Depok setelah melepas burung cita-cita ;)
Kelas Inspirasi Bogor
September 2013, kembali aku sakaw untuk mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi yang diadakan secara bersamaan di Bogor, Tangerang dan Bekasi. Dengan alasan lokasi yang paling terjangkau, aku memilih mendaftar di Bogor dan masih sama sebagai relawan pengajar.
Sebenarnya ada beberapa bagian yang bisa aku ikuti di KI selain menjadi relawan pengajar, seperti panitia, fasilitator, ataupun fotografer. Namun, sejauh itu, aku masih ingin menjadi bagian dari para penginspirasi mimpi anak-anak (berat boooo bahasa gw :D).
Dan terdamparlah aku di kelompok 11 yang kece-kece sangat orangnya. Kami mendapat kesempatan menginspirasi di SD Ciheleut 1 Bogor. Dalam pandanganku, SD ini cukup memprihatinkan. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota, namun secara fasilitas masih sangat minim. SD ini berada dalam satu kompleks dengan SD Ciheleut 2 (bahkan aku kepikiran kalo 2 SD ini dulunya 1 SD yang akhirnya pecah kongsi *abaikan).
Anak-anak di SD ini cukup beragam, dari yang sangat pendiam sampai yang sangat susah diatur. Latar belakang keluarga mereka kebanyakan sebagai pedagang/ buruh. Dan ketika ditanya tentang cita-cita, seperti halnya anak-anak di SD Rawa badak Utara dan SD Beji Timur 1, jawaban mereka tak jauh dari polisi, tentara, dan dokter. Disinilah peran kami untuk memberikan "referensi" lain tentang cita-cita dan bagaimana memotivasi mereka untuk gigih dan pantang menyerah dalam meraihnya.
Pengalamanku di KI ini semakin menambah kaya wawasanku tentang anak-anak. Aku pun semakin tahu bagaimana lingkungan termasuk latar belakang keluarga sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak-anak. Disinilah tugas kita, generasi muda untuk terus menebar semangat kebaikan dan terjun langsung untuk ikut memperbaiki kondisi bangsa ini :)
Pengalamanku di KI ini semakin menambah kaya wawasanku tentang anak-anak. Aku pun semakin tahu bagaimana lingkungan termasuk latar belakang keluarga sangat mempengaruhi pembentukan karakter anak-anak. Disinilah tugas kita, generasi muda untuk terus menebar semangat kebaikan dan terjun langsung untuk ikut memperbaiki kondisi bangsa ini :)
Note:
baru di KI Bogor, kelompokku mendapat videografer hehehhehe,
just check it out guys!
http://www.youtube.com/watch?v=8ckjDUJgAwo
Kelas Inspirasi Jakarta 3
Nah, di tahun 2014 ini, aku mulai dengan join sebagai fasilitator di KI Jakarta 3. Aku ingin mencoba hal baru di KI setelah di 3 KI sebelumnya sebagai relawan pengajar. Di KI Jakarta 3 ini pun, fasilitator dipilih secara seleksi dan harus memiliki pengalaman di KI. Hal ini berbeda dengan KI sebelumnya dimana fasilitator tidak diseleksi secara selektif seperti halnya relawan.
Dan.... aku menjadi fasilitator untuk kelompok 35 yang mendapat jatah turun langsung untuk menginspirasi di SD Ciracas 07 Pagi. SD ini tidak terlalu jauh dari kantorku saat ini, namun lumayan jauh dari rumah ahahahha.
So far, kelompok 35 kompak dan semangat. Semoga nanti di hari H, 24 April 2014, semangat menginspirasi mereka dapat membangun mimpi anak-anak di SD Ciracas 07 Pagi.
3. Aksi Cepat Tanggap (ACT) - Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)
Awal mula aku mengenal NGO (Non Government Organization) ini adalah saat salah seorang kawan kantorku, si Radit (kini sedang study overseas untuk masternya), memberitahukan soal kegiatan Pendirian Taman Baca di daerah Serang. Energi positifku pun menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh MRI yang merupakan bagian tak terpisahkan dari ACT. Maret 2013, aku dan Radit pun mulai mengumpulkan buku dari orang-orang kantor. Dan di akhir maret 2013, aku dan Radit ikut berangkat ke Serang bersama banyak anggota MRI yang baru kami kenal. Senang rasanya, aku merasa mendapat sambutan yang sangat hangat dari team MRI. Apalagi setelah berbicara banyak dengan Bang Gaw, Kepala Regu Team Rescue ACT yang sangat kaya pengalaman di bidang kerelawanan. Beliau banyak sharing pengalaman tentang dunia volunteerism yang sangat semakin membuka mataku, bagaiman manusia harus bermanfaat untuk orang lainnya.
miris, kelas 4SD namun masih mengeja untuk membaca :( semangat adek-adek :)
Dari kegiatan itu, aku membulatkan tekad untuk bergabung menjadi salah satu volunteer di ACT. Aku pun mengikuti orientasi dan resmi menjadi salah satu bagian dari MRI-ACT. Taman Baca pun kembali dibuka di Babelan, Bekasi. Selain pendirian Taman Baca, kami pun mengadakan pengobatan gratis termasuk bedah ringan yang bekerja sama dengan salah satu RS di Jakarta. Dan seperti biasa, aku ikut turun tangan di bagian obat-obatan.
Dan entah kenapa, di setiap penghujung kegiatan seperti ini selalu menyisakan kebahagiaan yang sangat besar di dadaku :)
Tertarik dengan dunia rescue, aku pun ikut seleksi untuk masuk team rescue. Walau diterima karena memang fisikku yang bisa dibilang mirip lelaki (hahahhaa), aku tidak bisa mengikuti pelantikan team rescue karena kendala hari kerja. Walau demikian, ACT-MRI selalu menerima dengan senyum lebar setiap aku datang ke markas... inilah keluarga baruku ;)
Pertengahan April 2014
Ditulis saat panas-hujan melanda Depok di long weekend ini.
semoga sedikit bermanfaat ;)
No comments:
Post a Comment