Situs Megalitikum Gunung Padang diperkirakan oleh para ahli purbakala berasal dari masa sekitar 7800-5500 sebelum masehi atau lebih tua dibandingkan usia Piramida Mesir.
Situs yang masih berupa tumpukan bebatuan yang dibentuk senada itu terletak di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
Berawal dari rasa penasaran yang sangat apalagi ditambah berita soal kunjungan Presiden ke situs ini, akhirnya aku dan Anzas (partner hidup yang kadang tak terduga imajinasinya) memutuskan untuk nge-trip ke salah satu situs bersejarah ini. Setelah minggu sebelumnya gagal (sudah sampai di Bogor), akhir bulan Maret 2014 kami menempuh perjalanan cukup jauh dan "lama" karena macetnya hanya untuk melunasi keingintahuan kami.
Dimulai dari perjalanan dari Depok, kami memilih commuter line untuk mencapai Bogor. Dari stasiun Bogor, kami menuju ke Terminal Baranangsiang dengan angkot 03 warna hijau arah terminal. Dari terminal, ada beberapa moda transportasi yang bisa dipilih untuk menuju Cianjur, salah satunya adalah mobil "omprengan" putih no. L300.
Ketika memilih mobil ini, please, jangan terlalu berekspekstasi bahwa kita akan mendapatkan perjalanan yang nyaman dan tenang. hahahhaha. Yap, mobil ini cukup banyak peminatnya, karena memang mobil ini yang mungkin bisa "nyelip-nyelip" sampai cari jalan alternatif yang entah darimana si sopir tahu. Dengan kata lain, mobil ini banyak dipilih karena akan lebih cepat sampai dibanding dengan bus. walau demikian, aku apalagi Anzas tidak ingin mengulang untuk kedua kali naik mobil ini. Bagaimana tidak, dengan kondisi yang sangat dipaksakan alias jumlah penumpangnya melebihi kuota, mobil melaju dengan kencangnya. Sempat bingung dengan dimana kami harus turun, akhirnya kami lega setelah mengetahui ada seorang ibu dengan anaknya yang masih balita memiliki tujuan yang sama. Oiya, tarif mobil L300 berkisar Rp20.000-Rp 30.000 tergantung "season" broooh.
begini kira-kira wujud "mobil" L300
Setelah kira-kira 5 jam menempuh perjalanan yang ajegile, akhirnya sesuai petunjuk si ibu, kami turun di perempatan (aih aku lupa namanya, namun akan diturunkan disitu kalo dari awal bilang ke pak sopir kita mau ke Warungkondang). Perempatan ini ditandai dengan tugu di tengah jalan. Dari situ, kami sambung perjalanan kami dengan naik angkot no.43 ke arah Warung Kondang, tarifnya Rp 2500 per orang. Dari warungkondang sambung lagi dengan angkot ke arah Cipanggulan dengan tarif Rp 5000 per orang. perlu dicatat, angkot ini cukup jarang dan hanya beroperasi sampai sekitar pukul 16.30. Dari Cipanggulan, perjalanan belum selesai kawan, kita masih perlu naik ojek dengan tarif Rp30.000-Rp50.000 per orang (tergantung gimana kita ngotot nawar ke abang-abangnya hahhaha).
Perjalanan dengan ojek ini cukup menyenangkan dan segar... karena kita akan melewati kebun teh yang membentang luas di kanan kiri, luar biasa Indonesia!
sekitar 40menit perjalanan kami, Alhamdulillah sampailah kami di (semacam) gerbang.. uwooooo
welcome to Situs Gunung Padang :)
Dari gerbang ini, jangan turun dulu dari ojek, masih cukup lumayan tanjakan yang perlu dilalui untuk sampai di pintu masuk situs. Karena tidak ingin kesulitan mencari ojek lagi, kami meminta akang-akang ojeknya untuk menunggu kami menjelajahi situs. Toh, karena waktu sudah menjelang sore, kami tak akan bisa terlalu lama di situs ini.
Retribusi masuk ke situs gunung Padang ini masih sangat terjangkau, cukup membayar Rp2000 per orang ke Bapak-bapak penjaga yang dengan "gagahnya" memakai pakaian adat Sunda. Kami pun mulai menanjaki batu demi batu yang akan mengantarkan kami ke Situs yang didengung-dengungkan lebih tua dibanding Piramida di Mesir. Dan inilah foto-fotonya.....
sedikit kaget namun kemudian terbiasa, ketika melihat tempat ini dipakai beberapa orang atau kelompok untuk berdoa/ meminta berkah.... hmmm mungkin karena masih dianggap sebagai tempat keramat dan tetiba maklumlah saya, ini Indonesia, dimana budaya animisme-dinamisme masih cukup kental.
ini dia salah satu tim yang akan melakukan ritual di Situs iniBertemu dengan salah satu penjaga situs ini, akhirnya beberapa informasi "mulut ke mulut" pun aku dapatkan. sungguh betapa masih banyak yang belum kuketahui tentang negeri ini.
satu hal yang mengusik aku untuk kemudian bertanya ke Bapak penjaga adalah tulisan ini:
betapa tidak, ini mendukungku sekali (catatan: aku adalah manusia aneh yang tidak doyan nasi :D).
Sudah berpikiran jauh kemana-mana, ternyata larangan makan nasi ini lebih ke alasan untuk menjaga kebersihan situs. Logikanya, ini Indonesia, warganya terkadang masih "amburadul" untuk membuang sampah pada tempatnya, dan jika sampah itu nasi, akan "memanggil" hewan-hewan liar termasuk anjing untuk datang ke situs. Begitu penjelasan bapak penjaga :)
Setelah puas memotret objek-objek yang kami anggap penting untuk diabadikan, aku dan Anzas memutuskan untuk turun alias pulang. Oiya, bagi yang ingin ngopi-ngopi atau sekedar makan popm*e, ada beberapa pedagang yang mangkal di situs ini. Jadi bagi yang lupa bawa bekal, tak perlu khawatir ;)
Perjalanan pulang, kami mampir sebentar ke sebuah stasiun, Lampegan, stasiun dengan terowongannya yang bersejarah. Nah, ini yang sebelumnya tidak kami ketahui, ternyata menuju Situs Gunung Padang ini dapat dijangkau dengan menggunakan Kereta tujuan Cianjur (Bogor-Sukabumi-Cianjur). Dan tujuan kami ke stasiun ini membawa harapan akan ada kereta yang membawa kami kembali ke Bogor. hehehhe dan ternyata tidak... yang tersisa hanya tiket jurusan sukabumi dan itupun malam hari baru sampai di Lampegan.. sedikit kecewa, namun tak apa karena kami mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan terowongan Lampegan
setelah berfoto-foto, kami lanjutkan perjalanan turun, tentunya dengan melewati segarnya udara perkebunan teh... hmmmm. Namun kami mulai kebingungan setelah sampai di pos ojek dan ternyata tak ada lagi angkot yang beroperasi. Setelah tawar menawar dengan harga "bersahabat", akhirnya kami memutuskan untuk kembali naik ojek sampai di terminal/ pos pemberhentian bis terdekat. Dengan membayar Rp25.000 per orang, kami sampai di pos pemberhentian bis yang akan membawa kami kembali ke Jakarta.
Setelah menunggu lumayan lama dan menghabiskan beberapa biji gorengan di warung makan, aku dan Anzas akhirnya kembali ke Jakarta dengan bis jurusan Cianjur-Kampung Rambutan. Tarif bis AC ini tertulis Rp22.000 bahkan ditulis pula di kaca bis ini, apabila ada tarif yang dinaikkan, bisa menghubungi no. hp tertera (HP pemilik bus). Ya, kenapa hal ini aku ceritakan, karena kami diminta membayar Rp27.000 per orang dengan alasan melewati jalur non Ciawi agar lebih cepat. Hmmmm yasudah, aku tak ingin menanyakan lebih lanjut karena mata sudah berat dan minta ditidurkan. hahahha
Dan sekitar pukul 22.30, sampailah kami di kampung Rambutan, perjalanan yang kemudian dilanjutkan menuju Depok, ke rumah...
so guys, buat kalian yang ingin "One Day Trip to Situs Gunung Padang" berikut alternatif transportasi dan rincian biayanya:
1. Perjalanan Darat dengan mobil omprengan L300
Stasiun Bogor > Naik angkot jurusan Baranangsiang (@Rp3000) > mobil omprengan L300 (Rp 20.000-Rp30.000) > Angkot 43 ke Warungkondang (@Rp2500) > Angkot ke pos Ojek (@Rp 5000) > Ojek (@Rp30.000-Rp50.000) > Retribusi masuk Situs Gunung Padang (@Rp 2000)
2. Dengan Kereta
Stasiun Bogor > kereta ke Sukabumi (Rp 50.000-eksekutif / Rp 20.000-ekonomi) > kereta ke Cianjur (Rp 20.000-eksekutif / Rp 10.000-ekonomi) > turun di St. Lampegan > Ojek (@Rp20.000-Rp30.000) > Retribusi masuk Situs Gunung Padang (@Rp 2000)
Okay, semoga bermanfaat kawans, and see you on the next trip :)
No comments:
Post a Comment